Pesan Akoe Tu’ Anda

March 6, 2008

Berapa lama kita dikubur (email to email)

Filed under: Books — akoenurulastat @ 2:55 am

Bismillahir- Rahmanir- Rahiim,

Assalamu ‘alaikumu Warahmatullahi wabarakatuhu,
Ikhwahi fillahi.A

Berapa lama Kita dikubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Fulani
berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi
kawasan lampu merah Karet, Jakarta Pusat.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup
angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil
sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi,
sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk
celana ayahnya.

Fulani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum
Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di
atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad
19-10-1915: 20- 01-1965″

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk
nenekmu” Fulani melihat wajah ayahnya, lalu
menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan
ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia
mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu
meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk
sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya
Yah…” Kata Fulani berlagak sambil matanya
menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah
di dalam kubur 42 tahun … ”

Fulani memutar kepalanya, memandang sekeliling,
banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya
ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882
: 30-01-1910″

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang
lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur
neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya
terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.
“Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap
teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang,
bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak
dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Fulani
sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek
sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau
nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek
senang dikubur …. Ya nggak
yah?” mata Fulani berbinar karena bisa menjelaskan
kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya
berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu
pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Fulani tampak gelisah Di
atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya…
42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100
tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia
dikubur …. Lalu ia menunduk … Meneteskan air
mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ….lalu
kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa
1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air
matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama
itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan,
kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama
itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur?
Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli
massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya
terangkat, keatas bahunya naik turun tak
teratur…. air matanya semakin membanjiri
jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali
di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia
berhenti sejenak ketika terdengar batuk Fulani .

Dihampirinya Fulani yang tertidur di atas dipan
Bambu. Di betulkannya selimutnya. Fulani terus
tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat
berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya
arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di
depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau
letakkan dihatiku……”
Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita,
mudah-mudahan bermanfaat.. .
“Sebarkanlah walau hanya 1 ayat”

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam
Bish-shawab,

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.